1

Saturday, August 18, 2018

Lamang Tapai, Makanan Khas Bengkulu Selatan

Lemang Tapai adalah salah satu makanan khas suku bangsa serawai yang ada di Provinsi Bengkulu bagian Bengkulu selatan. Karenanya, penganan ini selalu laris tiap malam kamis dimana pada malam kamis berkumpulnya bujang gadis di desa Pino Masat untuk bersillahturahmi untuk mencari jodoh. Pangannan ini juga jadi primadonna di saat bulan puasa ramadhan di Bengkulu Selatan, Bengkulu.

Lemang merupakan beras ketan yang dimasak dengan santan dalam bambu muda. Bahan utamanya adalah beras ketan putih, santan kelapa, daun pandan, dan sedikit garam. Beras ketan dicuci bersihkan dulu dan dimasukan ke dalam ruas bambu muda yang terlebih dahulu dilapisi dalamnya dengan daun pisang. Kemudian, baru dituangkan santan ke berasnya, dan bambunya di bakar dengan bara api. Ruas bambu dijaga agar jangan sampai terbakar.
Tapai adalah tape beras ketan hitam yang dibuat dengan memfermentasikan beras ketan dengan ragi. Secara detail, rebus ketan hitam menggunakan air secukupnya dan kukus. Jika sudah lembut, baru masukkan ragi. Lalu simpan ketan hitam dan tutup rapat, minimal dua hari.
Ada dua cara mengonsumsi lemang tapai. Pertama, keduanya diaduk menjadi satu seperti makan kolak. Ketan hitam langsung dicampurkan dengan lemang dan diaduk rata. Cara kedua, dengan mencocolkan lemang yang diiris tipis pada ketan hitam.
Perpaduan air ketan hitam dan gurihnya lemang memberikan sensasi rasa tersendiri. Lemang lebih menonjolkan rasa gurih, sedangkan tapai ketan lebih mendominasi rasa asam. Harganya per porsi, gabungan antara lamang dan tapai, berkisar antara Rp. 15.000 hingga Rp. 2
0.000.

Resep Lamang Tapai


Bahan Lamang

1 liter beras ketan Putih

1/2 liter Santan dari 1 butir kelapa

3 lembar daun pandan

Garam secukupnya

Daun pisang

Bahan Tapai Ketan

1 lt beras ketan merah

1/2 bongkah ragi

Cabai keriting untuk proses fermentasi

3 buah cengkeh untuk pengharum tapai

Cara Membuat:


Lamang:

- Cuci bersih beras ketan, campur dengan santan. Masukan garam dan daun pandan lalu aron. Angkat.

- Bungkus beras ketan dengan daun pisang, masukan kedalam cetakan lontong, kukus hingga matang sekitar 30 menit.

- Sebelum disajikan, bakar lamang diatas bara api atau jika tidak ada wajan anti lengket.

- Jika sudah kecoklatan, angkat dan dinginkan.

Tapai:

- Hancurkan ragi sehingga menjadi bubuk, tebarkan ragi merata di atas beras ketan dengan cara di ayak.

- Tutup beras ketan yang sudah di ragi dalam wadah kedap udara.

- Sebelumnya letakkan dahulu cabai dan cengkeh di atas beras ketan lalu tutup dengan daun pisang.

- Istirahatkan beras ketan selama kurang lebih tiga hari di tempat yang kering.
- Setelah jadi dan sedikit berair, taruh sebagai topping lamang yang sudah diiris tipis. (by: Gib Kazim Aom Junaidi).

No comments:

Post a Comment

5 Minuman Kekinian Ini Jadi Paling Favorit di Kota Manna

Layaknya fashion dan kecantikan, dunia kuliner juga memiliki tren tersendiri. Jajanan di Taman-taman yang adi di Kota Manna menjadi sa...